Enam pilar ini adalah penyangga visi “Hindunesia Jaya” dan kerangka kerja yang memudahkan publik memahami di mana dan bagaimana Puskor Hindunesia bergerak—dengan fokus penguatan pada kebutuhan riil umat.
“Mulailah dari satu pilar—agar kontribusi Anda lebih fokus, terarah, dan berdampak.”
Puskor Hindunesia bergerak melalui 6 Pilar agar pengabdian Relawan Dharma tidak berjalan sporadis, melainkan terorganisir: jelas fokusnya, jelas peran relawannya, dan jelas jalur kolaborasinya. Dengan demikian, setiap orang dapat menemukan “pintu masuk pengabdian” sesuai panggilan dan kemampuan.
“Enam pilar yang menyangga visi mulia Puskor Hindunesia, dengan fokus penguatan pada berbagai kebutuhan riil umat Hindunesia.”
Berikut 6 pilar yang menjadi kerangka utama program dan arah kerja organisasi.
MANARMA adalah gerakan relawan dharma bidang sosial-kemanusiaan yang melibatkan potensi umat untuk pelayanan dan pengabdian kepada sesama umat sedharma. Ruang lingkupnya mencakup pelayanan sosial, kesehatan, dharma duta, pendampingan penguatan adat–tradisi–seni budaya, serta penggerak kesadaran “melek organisasi berbasis keumatan Hindu” agar sekat perpecahan internal tidak muncul ke permukaan.
Pelayanan sosial, layanan kesehatan, pendampingan komunitas, penguatan harmoni internal umat.
WARMA membangun gerakan penguatan ekonomi umat melalui program-program peningkatan ekonomi—terutama bagi relawan dharma yang menjalankan tugas pelayanan. Pilar ini menekankan pendampingan, pembinaan, dan perluasan jaringan usaha umat melalui Gerakan Ekonomi Dharma (GEMA) Satwika, serta mendorong standar kelayakan usaha berbasis prinsip Satwika.
DERMA adalah gerakan kesadaran berdana punia bagi semua lapisan keumatan, dikoordinir oleh tim Yayasan Dermawan Dharma bentukan Puskor Hindunesia. Salah satu terobosannya adalah program KETIPAT PURI (Paket Punia Kelipatan Sepuluh Ribu) untuk menggalang dana abadi, punia sosial-kemanusiaan, beasiswa dan pendidikan, serta operasional gerakan relawan dharma di semua tingkatan koordinasi.
BHIMA adalah gerakan penguatan kualitas SDM Hindu dengan meningkatkan loyalitas, militansi, dan keberanian untuk membela Dharma. Pilar ini mengasah kemampuan fisik dan ketajaman rohani dalam mengawal prinsip dan idealisme Puskor Hindunesia untuk berjuang, peduli, dan memberdayakan umat—serta berperan sebagai garda perlindungan dalam berbagai aktivitas umat.
WANARMA adalah gerakan kepemudaan Hindunesia yang menggembleng dan menguatkan peran aktif generasi muda Hindu Indonesia dalam mendukung visi Hindunesia Jaya. Pilar ini menegaskan pentingnya regenerasi dari berbagai komunitas Hindunesia untuk mengawal kebhinekaan dari sisi spiritual, adat, tradisi, seni budaya, dan loyalitas pada dharma.
NITAMA memaksimalkan peran wanita (perempuan) Hindunesia—baik para istri, para pemuda, maupun milenial perempuan—agar memiliki peran yang sama dalam mewujudkan visi Hindunesia Jaya. NITAMA menjadi wadah khusus untuk menampung kegiatan dan aspirasi Wanita Dharma dalam perannya sebagai ibu atau calon ibu generasi Hindunesia, dengan berbagai atribut yang melekat pada wanita Hindu Dharma pada umumnya.
BHIMA (Bela Dharma) menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak dan perlindungan umat.
MANARMA dan DERMA menggerakkan roda solidaritas, pelayanan kesehatan, dan dana punia.
WARMA, WANARMA, dan NITAMA fokus membangun kemandirian ekonomi, pemuda, dan perempuan.
Kontribusi tidak hanya berbentuk dana punia. Tenaga, pemikiran, dan solusi juga penting untuk menguatkan gerakan.
Pilih pilar yang paling sesuai dengan panggilan pengabdian dan kemampuan Anda.
Terhubung dengan pengurus atau koordinator wilayah untuk koordinasi yang rapi.
Menjadi relawan lapangan, penggerak program, mentor, kolaborator, atau pendukung dana punia.
Enam pilar ini bekerja untuk menopang visi “Hindunesia Jaya” dan dijalankan dengan komitmen kerja yang terarah melalui moto aksi:
Peka pada persoalan keumatan.
Tanggap dengan validasi lapangan.
Menghadirkan solusi melalui aksi gotong royong.