NITAMA Wanita Dharma

Pilar yang memaksimalkan peran wanita (perempuan) Hindunesia—para istri, pemudi, dan kaum milenial perempuan—agar memiliki peran yang setara dalam mewujudkan visi Hindunesia Jaya.

"NITAMA adalah ruang aman dan terkoordinasi untuk bertumbuh, melayani, dan memperkuat peran perempuan."

Apa itu NITAMA?

NITAMA (Wanita Dharma) adalah pilar yang memaksimalkan peran wanita (perempuan) Hindunesia, termasuk para istri, para pemudi, dan kaum milenial perempuan, agar memiliki peran yang sama dalam mewujudkan visi Hindunesia Jaya.

NITAMA juga merupakan wadah khusus untuk menampung berbagai kegiatan dan aspirasi Wanita Dharma—sebagai ibu atau calon ibu dari generasi Hindunesia—dengan berbagai atribut yang melekat pada wanita Hindu Dharma pada umumnya.

Fokus & Ruang Lingkup

Agar perempuan Hindunesia tidak hanya "dilibatkan", tetapi diberdayakan, didampingi, dan didengarkan aspirasinya.

  • 1 Pemberdayaan Wanita: Penguatan kapasitas & kontribusi dalam gerakan.
  • 2 Pembelaan Hak Wanita: Dukungan hak secara bermartabat & niai dharma.
  • 3 Wadah Aspirasi: Menampung ide, kebutuhan, & gerakan nyata.
  • 4 Peran Lintas Generasi: Penguat karakter dari pemudi hingga ibu.

*Di DEKORNAS, NITAMA berada dalam Waketum III (Koordinator Pemberdayaan) sebagai Bidang Pemberdayaan Wanita.

Cara Kerja: Peka, Tanggap, Solusi

Membangun ketahanan keluarga, komunitas, dan masa depan generasi—dengan tetap berakar pada nilai Dharma dan kerja pelayanan.

Peka

Peka terhadap permasalahan keumatan dan harmoni Tri Hita Karana.

Tanggap

Tanggap melalui pemaksimalan sumber daya dengan validasi fakta dan data lapangan.

Solusi

Solusi lewat aksi langsung, gotong royong, dan penguatan relasi sumber daya Hindu.

Program & Inisiatif NITAMA

Program nyata untuk pemberdayaan, pelatihan, dan wadah aspirasi.

Tata Rias Tradisional

Kegiatan pemberdayaan ketrampilan budaya yang tercatat dalam galeri aktivitas.

Sewaka Dharma Wanita

Mendorong potensi Wanita Dharma untuk terlibat aktif dalam kegiatan pelayanan sosial.

Forum Aspirasi

Wadah menampung aspirasi, kebutuhan, dan usulan kegiatan secara berkala.

Sekolah Ibu Hindunesia

Pembinaan peran ibu/calon ibu untuk penguatan nilai, pola asuh, & ketahanan keluarga.

Kelas Kepemimpinan

Pelatihan soft-skill agar peran perempuan setara dan efektif dalam organisasi.

Punya Aspirasi?

Suarakan ide dan kebutuhan perempuan di wilayah Anda.

Sampaikan Aspirasi

Standar Koordinasi (Agar Aman & Rapi)

NITAMA bergerak melalui jenjang organisasi resmi untuk keberlanjutan.

Intake Kebutuhan & Aspirasi

Menyerap ide dari komunitas/banjar/desa/korda.

1

Validasi Konteks

Mengecek tujuan, urgensi, pihak terlibat, dan risiko.

2

Penetapan PIC

Tim inti NITAMA bersama wilayah merumuskan rencana.

3

Rencana Aksi

Menentukan format program, jadwal, lokasi, dan narasumber.

4

Eksekusi & Pendampingan

Implementasi gotong royong dan aksi langsung.

5

Dokumentasi Ringkas

Untuk akuntabilitas dan replikasi antar wilayah.

6
Struktur Pusat

NITAMA berada pada Koordinator Pemberdayaan (Waketum III) Puskor Hindunesia.

Terlibat dari Berbagai Peran

Fasilitator

Pendampingan kelas penguatan kapasitas.

Koordinator

Menyerap aspirasi & menyusun agenda wilayah.

Pelayanan

Kolaborasi dalam program Sewaka Dharma.

Dokumentasi

Mengemas cerita dampak gerakan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu NITAMA?

Pilar Wanita Dharma yang memaksimalkan peran perempuan Hindunesia agar setara dalam visi Hindunesia Jaya.

Siapa sasarannya?

Istri, pemudi, dan kaum milenial perempuan.

Apa fungsi utamanya?

Wadah khusus aspirasi dan kegiatan Wanita Dharma, termasuk peran ibu generasi.

Apa fokus kerjanya?

Pemberdayaan wanita dan pembelaan hak wanita.

Strukturnya bagaimana?

Di bawah Koordinator Pemberdayaan (Waketum III).

Contoh kegiatannya?

Tata Rias Tradisional, Sekolah Ibu, Forum Aspirasi.

Bisa ikut pelayanan sosial?

Bisa. Kornas NITAMA mendorong keterlibatan dalam Sewaka Dharma.

Cara usul program?

Ajukan melalui jenjang koordinasi (KORDUS s.d. DEKORNAS) agar tertib.

Saatnya Perempuan Hindunesia Bergerak

"Bersama NITAMA, setiap ide dapat diarahkan menjadi program yang berdampak—terukur, tertib, dan berkelanjutan."