Visi & Misi Puskor Hindunesia

Arah gerakan Puskor Hindunesia dibangun untuk mewujudkan Hindunesia yang damai, tenteram, dan sejahtera—melalui perjuangan, solidaritas sosial-kemanusiaan, serta pemberdayaan sumber daya Hindu dalam harmoni Tri Hita Karana.

“Pilih pilar sesuai panggilan pengabdian Anda agar kontribusi lebih fokus dan berdampak.”

Visi Kami

Santih • Kertha • Jagadhita

Visi Puskor Hindunesia menegaskan tujuan besar gerakan: membangun Hindunesia yang Santih (damai), Kertha (tenteram), dan Jagadhita (sejahtera).

Kami mengarahkan seluruh langkah organisasi untuk memastikan perjuangan keumatan, solidaritas sosial-kemanusiaan, dan pemberdayaan sumber daya Hindu berjalan dalam satu koridor yang harmonis: Tri Hita Karana. Visi ini menjadi kompas yang menjaga gerakan tetap relevan, terukur, dan menyentuh kebutuhan nyata umat.

Santih (Damai)

Menguatkan keteduhan, persatuan, dan harmoni dalam kehidupan keumatan.

Kertha (Tenteram)

Menghadirkan rasa aman—lahir dan batin—melalui koordinasi, perlindungan, dan pelayanan.

Jagadhita (Sejahtera)

Mendorong kesejahteraan yang nyata melalui pemberdayaan, kemandirian, dan gotong royong.

Misi Kami

Langkah Terstruktur untuk Mencapai Visi

Untuk memastikan visi bukan sekadar cita-cita, Puskor Hindunesia menetapkan misi yang operasional—dapat diterjemahkan menjadi program, gerakan pilar, dan kerja lapangan.

9 Misi Puskor Hindunesia

  • 1

    Membangun jaringan Puskor di seluruh Indonesia.

  • 2

    Mengembangkan Sistem Informasi Jagadhita (Jaringan Global Dharma Hindu Nusantara).

  • 3

    Memperjuangkan keadilan dan kesetaraan Hindunesia dalam NKRI.

  • 4

    Membangun jaringan aktif Relawan Dharma untuk tugas pelayanan dan pengabdian.

  • 5

    Menguatkan solidaritas sosial-kemanusiaan.

  • 6

    Mengembangkan gerakan ekonomi dharma secara gotong royong.

  • 7

    Menguatkan sinergitas dan koordinasi dengan berbagai komponen.

  • 8

    Memperjuangkan terjaganya harmonisasi Tri Hita Karana dalam gerak Hindunesia.

  • 9

    Membangun kesadaran kolektif: militansi, soliditas, solidaritas, dan loyalitas gerakan Dharma Hindu Nusantara.

Motto Aksi

Peka, Tanggap, Solusi

Misi akan efektif bila memiliki pola kerja yang jelas. Puskor Hindunesia menerapkan motto ini di setiap langkah koordinasi.

PEKA

Merasakan denyut umat

Peka pada persoalan Hindunesia dan kebutuhan riil umat.

TANGGAP

Respons Cepat

Merespons dengan analisa cepat dan tepat, serta memaksimalkan sumber daya.

SOLUSI

Jalan Keluar

Memberikan jalan keluar agar ada empati dan pemulihan bagi mereka yang terdampak.

Bangga • Bangkit • Bangun

Identitas Gerakan

Mesin Gerakan

6 Pilar Hindunesia: Implementasi Visi–Misi

Agar misi dapat dijalankan secara fokus, Puskor Hindunesia bergerak melalui 6 Pilar.

Untuk Siapa Visi–Misi Ini Dibangun?

Mudah Dipahami

Publik paham apa tujuan, apa fokus, dan bagaimana cara terlibat.

Mudah Terhubung

Koordinasi dari lokal hingga nasional membuat layanan lebih dekat dengan wilayah dan pilar.

Mudah Melihat Aksi

Misi diterjemahkan menjadi program, liputan, dan dampak yang dapat diikuti.

Mulai dari Satu Langkah Nyata

Gabung Relawan Dharma

Pilih pilar dan wilayah, lalu mulai pengabdian.

Gabung Relawan

Kolaborasi Program

Sinergi untuk pelayanan sosial-kemanusiaan dan pemberdayaan.

Ajukan Kolaborasi

Dukung Dana Punia

Bersama menopang keberlanjutan gerakan melalui pilar DERMA.

Dana Punia

“Puskor Hindunesia memprioritaskan koordinasi yang rapi agar kontribusi tidak berhenti pada niat—melainkan menjadi gerakan.”

FAQ

Pertanyaan Umum

Apa inti visi Puskor Hindunesia?
Mewujudkan Hindunesia yang Santih, Kertha, Jagadhita dalam harmoni Tri Hita Karana.
Mengapa misi dibuat sampai 9 poin?
Agar langkah organisasi operasional: mulai dari jejaring, sistem informasi, perjuangan keadilan, relawan, solidaritas, ekonomi, sinergi, hingga loyalitas gerakan.
Apa itu “Sistem Informasi Jagadhita”?
Sebuah sistem jejaring informasi (Jaringan Global Dharma Hindu Nusantara) untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi.
Bagaimana cara misi diwujudkan di lapangan?
Melalui 6 Pilar Hindunesia yang mengelompokkan kerja pelayanan dan pemberdayaan sesuai kebutuhan.