Dasar Gerakan Puskor Hindunesia

Seluruh program dan jejaring Puskor Hindunesia bertumpu pada tiga dasar gerakan: Perjuangan Hindu, Sosial Kemanusiaan, dan Pemberdayaan Sumber Daya Hindunesia—agar pengabdian berjalan terarah, nyata, dan berkelanjutan.

“Pilih pilar sesuai panggilan pengabdian Anda agar kontribusi lebih fokus dan berdampak.”

Fondasi Kami

Tiga Dasar, Satu Arah Pengabdian

Tiga dasar gerakan ini menjadi fondasi cara Puskor Hindunesia merawat nilai, menjawab kebutuhan umat, dan membangun ketahanan keumatan.

Perjuangan Hindu

Memperjuangkan hak, kesetaraan, dan penguatan implementasi nilai.

Sosial Kemanusiaan

Solidaritas, gotong royong, dan pelayanan nyata bagi umat sedharma.

Pemberdayaan

Peningkatan kualitas SDM dan potensi keumatan (sekala & niskala).

BHIMA — Bala Hindu Dharma

Perjuangan Hindu —
Menjaga Hak, Martabat, & Kesetaraan

Puskor Hindunesia berkomitmen memperjuangkan hak berkeyakinan Hindu sebagai bagian dari NKRI untuk diperlakukan setara dengan keyakinan lainnya. Perjuangan ini juga mencakup sikap tegas terhadap berbagai bentuk diskriminasi yang masih melekat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam perjuangan ini, Puskor Hindunesia juga menegaskan komitmen menjaga dan memperkuat implementasi Tri Hita Karana agar membangun harmoni alam sekala dan niskala.

  • Advokasi aspirasi umat dan penguatan suara komunitas.
  • Penguatan perlindungan adat, tradisi, dan seni budaya.
  • Pengawalan nilai harmoni Tri Hita Karana dalam ruang sosial.
Lihat Struktur & Jaringan
Perjuangan Hindu
Suara Hindu Nusantara
Sosial Kemanusiaan
Sewaka Dharma
MANARMA — Manawa Dharma

Sosial Kemanusiaan —
Pelayanan Nyata & Solidaritas

Puskor Hindunesia membangun dan memperkuat solidaritas, kepedulian dalam kebersamaan dan gotong royong, serta persaudaraan sedharma di seluruh Indonesia.

Pelayanan ini dijalankan melalui gerakan para relawan dharma bidang sosial kemanusiaan dan kesehatan dalam program Sewaka Dharma (Pelayanan Dharma)—dengan tujuan memastikan umat yang membutuhkan dapat merasakan pendampingan.

Prinsip Pelayanan

  • Cepat merespons kebutuhan.
  • Mengedepankan empati dan martabat.
  • Menguatkan koordinasi agar tepat sasaran.
Jelajahi Pilar MANARMA
WARMA, WANARMA, NITAMA

Pemberdayaan —
Menguatkan Potensi & Ketahanan

Puskor Hindunesia berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas kehidupan sekala dan niskala sumber daya Hindu Indonesia, termasuk penguatan sradha-bhakti para relawan dharma.

Pemberdayaan ini mencakup penguatan SDM, ekonomi, adat, seni budaya, dan potensi sumber daya keumatan lainnya—agar umat semakin mandiri, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Fokus Pemberdayaan

  • Penguatan Kapasitas SDM
  • Pemberdayaan Ekonomi Umat
  • Penguatan Adat & Tradisi
Jelajahi Pilar WARMA
Pemberdayaan
Kemandirian Umat
Moto Aksi

Satu Gerakan, Satu Arah

Tiga dasar gerakan ini efektif dijalankan dengan pola kerja yang jelas melalui moto aksi:

Peka

Peka pada persoalan keumatan.

Tanggap

Tanggap dengan validasi lapangan.

Solusi

Menghadirkan solusi melalui aksi gotong royong.

Dari Fondasi ke Aksi: 6 Pilar Hindunesia

Puskor Hindunesia menggerakkan implementasi di lapangan melalui 6 Pilar.

MANARMA

Sosial-Kemanusiaan

WARMA

Ekonomi Dharma

DERMA

Dana Punia

BHIMA

Bela Dharma

WANARMA

Pemuda

NITAMA

Wanita Dharma

Ingin Terlibat Bersama Puskor Hindunesia?

Gabung Relawan Dharma

Pilih pilar dan wilayah, lalu mulai pengabdian.

Gabung Relawan

Kolaborasi Program

Untuk komunitas, lembaga, dan mitra yang ingin bersinergi.

Ajukan Kolaborasi

Dana Punia

Dukung keberlanjutan pelayanan melalui pilar DERMA.

Dukung Dana Punia
FAQ

Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud “Dasar Gerakan” Puskor Hindunesia?
Fondasi kerja organisasi yang mencakup Perjuangan Hindu, Sosial Kemanusiaan, dan Pemberdayaan.
Apa fokus Perjuangan Hindu?
Memperjuangkan hak berkeyakinan, kesetaraan, melawan diskriminasi, dan menguatkan implementasi Tri Hita Karana.
Apa fokus Sosial Kemanusiaan?
Solidaritas, gotong royong, dan pelayanan nyata melalui relawan dharma, termasuk Sewaka Dharma.
Apa fokus Pemberdayaan?
Meningkatkan kualitas SDM dan potensi keumatan: SDM, ekonomi, adat, seni budaya, dan lainnya.