Pilar Gerakan Ekonomi Dharma yang memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui pendampingan, pembinaan, dan perluasan jaringan usaha—terutama bagi Relawan Dharma yang menjalankan tugas pelayanan di Puskor Hindunesia.
Mulai dari wilayah terdekat agar pendampingan dan jaringan usaha lebih efektif.
WARMA (Waisya Dharma) adalah pilar yang membangun gerakan penguatan ekonomi umat melalui berbagai program yang mampu meningkatkan ekonomi umat, khususnya para Relawan Dharma yang melakukan tugas-tugas pelayanan di Puskor Hindunesia.
WARMA menjalankan pendampingan, pembinaan, dan perluasan jaringan usaha melalui Gerakan Ekonomi Dharma (GEMA) Satwika, yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi yang menjadi bagian dari Puskor Hindunesia.
*WARMA termasuk dalam ranah pemberdayaan di tingkat DEKORNAS melalui Bidang Koperasi dan Kewirausahaan.
WARMA bukan sekadar “menggerakkan usaha”, tetapi membangun kualitas usaha yang sehat, bertumbuh, dan bernilai bagi umat.
Pendampingan, pembinaan, dan perluasan jaringan usaha umat dilakukan melalui Gerakan Ekonomi Dharma (GEMA) Satwika.
Mendorong standar usaha yang menerapkan konsep Satwika, termasuk pemberian sertifikat layak bagi usaha yang memenuhi prinsip.
Gerakan ekonomi dharma secara gotong royong merupakan bagian integral dari misi organisasi Puskor Hindunesia.
Implementasi nyata penguatan ekonomi keumatan.
Kerangka pendampingan (mentoring), pembinaan tata kelola, dan perluasan jaringan usaha lintas wilayah.
Pemberian sertifikat layak untuk usaha yang menerapkan konsep Satwika. Penguatan integritas usaha umat.
Pemberdayaan ekonomi langsung, misalnya pendampingan usaha kuliner, kerajinan, dan jasa milik umat.
Arah program jangka menengah untuk membentuk koperasi induk yang memperkuat permodalan umat.
Perintisan badan usaha strategis (Badan Usaha Dharma Nusantara) sebagai benteng ekonomi.
Menghidupkan kembali peran relawan khusus (Duta Radhar) dan penyuluh untuk pembinaan ekonomi.
Agar pendampingan ekonomi berjalan rapi, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Data UMKM, kelompok usaha, hambatan, dan peluang jaringan.
Penetapan kelas pendampingan: manajemen, produksi, atau pasar.
Menurunkan Mentor/Tim WARMA wilayah untuk pendampingan.
Pelaksanaan program GEMA Satwika di lapangan.
Cek penerapan prinsip Satwika menuju standar kelayakan.
Pemberian sertifikat bagi usaha yang memenuhi standar.
Evaluasi dampak: pertumbuhan omzet dan penguatan jaringan.
Mentoring operasional UMKM.
Pembentukan & tata kelola Koperasi.
Membuka pasar & kolaborasi.
Asesmen standar Satwika.
Pembinaan & motivasi wirausaha.
Penguatan ekonomi umat—khususnya bagi Relawan Dharma yang menjalankan pelayanan.
Gerakan Ekonomi Dharma (GEMA) Satwika adalah kerangka pendampingan & pembinaan usaha umat.
Tidak. Kami butuh pendamping, penggerak, penghubung jaringan, hingga trainer.
Sertifikasi bagi usaha yang menerapkan konsep Satwika dalam berusaha.
Melalui form "Daftarkan UMKM", lalu akan dilakukan asesmen & penugasan tim.
Ya, rencana jangka menengah meliputi Koperasi Nasional Dharmaja & Badan Usaha Dharma Nusantara.
Sumbangsih apa pun bisa dikontribusikan—tenaga, pemikiran, dan solusi juga penting.